Malala Sudah Kembali ke Sekolah

0856076-malala-620X310

LONDON, Siswi Pakistan, Malala Yousafzai, kembali ke sekolah untuk pertama kalinya sejak tertembak di kepala oleh Taliban pada Oktober lalu hanya karena mengkampanyekan pendidikan bagi perempuan.

Siswi berumur 15 tahun itu mengatakan, ia telah “meraih mimpinya” dan tak sabar untuk bertemu teman-teman baru di SMU Edgbaston, sebuah sekolah swasta khusus perempuan di Birmingham, Inggris tengah, di mana dia kini tinggal.

Malala diterbangkan ke Inggris setelah serangan itu untuk menjalani serangkaian operasi terhadap luka di kepalanya dan menjalani operasi terakhir bulan lalu.

“Saya senang bahwa hari ini saya memenuhi impian saya untuk kembali ke sekolah,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Saya ingin semua gadis di dunia punya kesempatan dasar ini. Saya sangat kangen teman-teman sekelas saya di Pakistan, tetapi saya menantikan saat bertemu guru-guru saya dan membuat teman-teman baru di sini di Birmingham.”

Sejumlah foto menunjukkan gadis itu pergi ke sekolah membawa ransel merah muda, mengenakan jilbab warna hitam dan sweater hijau.

Dia akan mempelajari sebuah kurikulum penuh sebagai persiapan memilih bidang studi untuk GCSEs, ujian bahasa Inggris bagi anak-anak sekolah berusia antara usia 14 hingga 16 tahun.

Malala ditembak dari jarak dekat oleh seorang pria bersenjata Taliban saat bus sekolahnya melintasi Lembah Swat di Pakistan barat laut pada 9 Oktober lalu. Serangan itu memicu kecaman dari seluruh dunia. Sejak itu, dia menjadi simbol global kampanye hak perempuan untuk pendidikan dan telah dinominasikan untuk meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Untusan Pendidikan PBB dan mantan perdana menteri Inggris, Gordon Brown, yang menyokong Malala, mengatakan hari ia kembali ke sekolah merupakan “hari besar”. “Ini merupakan hari besar bagi Malala, keluarganya, dan untuk dunia pendidikan di seluruh dunia,” kata Brown dalam sebuah pernyataan.

“Dengan keberaniannya, Malala menunjukkan bahwa tidak ada apapun, bahkan peluru, intimidasi atau ancaman kematian, dapat menghalangi hak setiap gadis untuk pendidikan. Saya berharap Malala dan keluarganya serta keberaniannya terus pulih.”

Malala keluar dari rumah sakit awal Februari setelah menjalani sebuah operasi terakhir.

Ayahnya, Ziauddin Yousafzai, bertugas sebagai penasihat khusus bagi Brown untuk urusan pendidikan dan keluarganya untuk sementara pindah ke Birmingham, sebuah kota dengan populasi warga Pakistan yang besar.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: Best SUV | Thanks to Toyota SUV, Ford SUV and Best Truck
You might also likeclose